Habis Makan, Jangan Langsung Olahraga
Kita selalu disarankan untuk makan dulu sebelum berolahraga. Sebab, makanan akan berfungsi sebagai energi. Tidak makan dulu, tentu akan membuat tubuh kita kekurangan energi. Namun, sebaiknya jangan langsung berolahraga setelah makan . Mengapa?Cara kita makan ternyata memiliki dampak yang sangat besar bagi performa latihan kita. Jika Anda tidak makan dengan benar sebelum berolahraga, tubuh Anda tidak memiliki cadangan glukosa yang cukup. Hal ini akan membuat makanan berubah menjadi lemak lebih cepat.Lalu apa yang terjadi ketika kita langsung berolahraga setelah makan , apalagi dalam keadaan kekenyangan?Ketika kita berolahraga, otot-otot yang mendorong gerakan tubuh Anda membutuhkan peredaran darah ekstra dari jantung. Saat beristirahat, 15-20 persen darah yang bersirkulasi di dalam tubuh memberi makan otot-otot kerangka. Namun selama berolahraga, darah yang bersirkulasi jumlahnya meningkat jadi 80 persen. Untuk memfasilitasi perubahan ini, tubuh Anda akan menyempitkan dan melebarkan pembuluh darah. Pembuluh-pembuluh pada sistem yang tidak dibutuhkan untuk berolahraga, seperti pencernaan, urine, dan reproduksi, akan disempitkan, membatasi jumlah darah yang mengalir pada organ-organ ini. Jika Anda langsung berolahraga setelah makan, organ-organ pencernaan dan otot-otot kerangka akan "bertempur" untuk meminta aliran darah. Hasilnya, latihan pun jadi sulit dilakukan.Langsung makan sebelum berolahraga, apalagi dalam porsi yang berlebihan, juga akan membuat Anda merasa lamban, dan lesu. Perut pun jadi terasa tak nyaman, mual, dan mungkin kram. Anda tentu tidak ingin kebiasaan Anda berolahraga menghambat proses pencernaan Anda, kan?Terlepas dari jam berapa Anda memilih untuk latihan olahraga, pastikan waktunya dua sampai tiga jam setelah Anda makan. Jika waktu makan Anda sudah berlalu beberapa jam, para pakar menyarankan Anda untuk mengudap sedikit cemilan satu jam sebelum latihan untuk mengisi bahan bakar di dalam tubuh dengan semestinya. Siapkan kombinasi karbohidrat dan sedikit protein, dengan jumlah tak lebih dari 200 kalori.Jika Anda berniat latihan pagi-pagi, ingatlah selalu bahwa berolahraga dalam keadaan perut kosong bukanlah kondisi yang ideal. Mungkin Anda tidak terbiasa sarapan, dan memaksa diri makan sebelum berolahraga membuat Anda tak nyaman. Namun mengisi tubuh Anda dengan nutrisi yang tepat sangat diperlukan untuk bekal berolahraga. Roti bakar isi pisang, roti dengan olesan alpukat, atau smoothie buah-buahan, bisa jadi pilihan untuk Anda.
Selasa, 23 September 2014
Tips Sehat Saat Berpuasa
Berikut tip-tip sehat lain yang bisa Anda coba agar tubuh tetap bugar dan sehat selama menjalankan ibadah puasa.
1. Konsultasi ke Dokter
Jika Anda mempunyai masalah kesehatan tapi ingin menjalankan ibadah puasa, sebaiknya konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter terlebih dahulu. Tanyakan mengenai pola makan, waktu yang tepat untuk meminum obat atau multivitamin dan juga jenis olahraga yang boleh dilakukan selama berpuasa.
2. Konsumsi Karbohidrat Kompleks
Konsumsilah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti ubi, jagung, , oatmeal, roti gandum atau nasi merah karena bisa membantu perut Anda kenyang lebih lama. Tambahkan makanan berserat dalam menu makan Anda. Sayuran dan kacang-kacangan adalah makanan yang mengandung kadar serat tinggi yang dapat membantu perut Anda kenyang lebih lama. Selain itu, makanan berserat dapat mencegah Anda dari gangguan pencernaan yang sering terjadi di awal-awal menjalankan ibadah puasa.
3. Tingkatkan Asupan Protein
Berpuasa adalah saat yang tepat untuk mengubah pola makan terutama jika tujuan Anda untuk menurunkan berat badan. Jika sebelumnya pola makan Anda tinggi karbohidrat (lebih banyak nasi putih ketimbang lauknya), kini saatnya Anda mengubahnya dengan pola makan tinggi protein dengan memperbanyak lauk seperti, daging, ayam, ikan, putih telur, kacang-kacangan dan makanan tinggi protein lainnya.Makanan berprotein tinggi dapat membantu perut kenyang lebih lama sekaligus mencegah katabolisme otot (penyusutan otot) selama puasa.
4. Konsumsi Lemak Baik
Lemak baik bisa didapatkan dari ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan buah seperti alpukat. Lemak terutama lemak baik (HDL) juga diperlukan tubuh untuk menyerap nutrisi. Selain itu, lemak baik juga berperan penting dalam menyediakan energi tubuh, membantu menurunkan kolesterol, dan mengurangi risiko penyakit jantung.
5. Kurangi Konsumsi Garam
Sebaiknya tidak terlalu sering mengonsumsi makanan yang asin-asin baik saat sahur dan berbuka. Mengonsumsi makanan tinggi garam dapat membuat tubuh anda cepat lapar dan dehidrasi. Graham MacGregor, profesor kedokteran kardiovaskular di Wolfson Institute, London, mengatakan, untuk setiap penurunan satu gram asupan garam, kita bisa mencegah serangan jantung, gagal stroke dan jantung pada 12.000 orang,” seperti dilansir Dailymail.
6. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh
Pada hari-hari biasa saat tidak berpuasa, tubuh membutuhkan minimal 8 gelas air minum setiap hari untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Lalu bagaimana mencukupi kebutuhan 8 gelas air setiap hari saat berpuasa? Mudah saja, akumulasikan jumlah yang Anda minum pada saat sahur, berbuka dan setelah berbuka.
7. Olahraga itu Perlu!
Jangan jadikan ibadah puasa sebagai halangan untuk tidak berolahraga, karena olahraga justru dapat membuat tubuh Anda tetap bugar dan kuat menjalankan ibadah puasa. Lakukan rutinitas olahraga beberapa menit menjelang waktu berbuka. Cukup lakukan olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang. Jangan berolahraga setelah makan sahur agar Anda tidak berpotensi membatalkan ibadah puasa.
Selamat berpuasa.
1. Konsultasi ke Dokter
Jika Anda mempunyai masalah kesehatan tapi ingin menjalankan ibadah puasa, sebaiknya konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter terlebih dahulu. Tanyakan mengenai pola makan, waktu yang tepat untuk meminum obat atau multivitamin dan juga jenis olahraga yang boleh dilakukan selama berpuasa.
2. Konsumsi Karbohidrat Kompleks
Konsumsilah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti ubi, jagung, , oatmeal, roti gandum atau nasi merah karena bisa membantu perut Anda kenyang lebih lama. Tambahkan makanan berserat dalam menu makan Anda. Sayuran dan kacang-kacangan adalah makanan yang mengandung kadar serat tinggi yang dapat membantu perut Anda kenyang lebih lama. Selain itu, makanan berserat dapat mencegah Anda dari gangguan pencernaan yang sering terjadi di awal-awal menjalankan ibadah puasa.
3. Tingkatkan Asupan Protein
Berpuasa adalah saat yang tepat untuk mengubah pola makan terutama jika tujuan Anda untuk menurunkan berat badan. Jika sebelumnya pola makan Anda tinggi karbohidrat (lebih banyak nasi putih ketimbang lauknya), kini saatnya Anda mengubahnya dengan pola makan tinggi protein dengan memperbanyak lauk seperti, daging, ayam, ikan, putih telur, kacang-kacangan dan makanan tinggi protein lainnya.Makanan berprotein tinggi dapat membantu perut kenyang lebih lama sekaligus mencegah katabolisme otot (penyusutan otot) selama puasa.
4. Konsumsi Lemak Baik
Lemak baik bisa didapatkan dari ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan buah seperti alpukat. Lemak terutama lemak baik (HDL) juga diperlukan tubuh untuk menyerap nutrisi. Selain itu, lemak baik juga berperan penting dalam menyediakan energi tubuh, membantu menurunkan kolesterol, dan mengurangi risiko penyakit jantung.
5. Kurangi Konsumsi Garam
Sebaiknya tidak terlalu sering mengonsumsi makanan yang asin-asin baik saat sahur dan berbuka. Mengonsumsi makanan tinggi garam dapat membuat tubuh anda cepat lapar dan dehidrasi. Graham MacGregor, profesor kedokteran kardiovaskular di Wolfson Institute, London, mengatakan, untuk setiap penurunan satu gram asupan garam, kita bisa mencegah serangan jantung, gagal stroke dan jantung pada 12.000 orang,” seperti dilansir Dailymail.
6. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh
Pada hari-hari biasa saat tidak berpuasa, tubuh membutuhkan minimal 8 gelas air minum setiap hari untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Lalu bagaimana mencukupi kebutuhan 8 gelas air setiap hari saat berpuasa? Mudah saja, akumulasikan jumlah yang Anda minum pada saat sahur, berbuka dan setelah berbuka.
7. Olahraga itu Perlu!
Jangan jadikan ibadah puasa sebagai halangan untuk tidak berolahraga, karena olahraga justru dapat membuat tubuh Anda tetap bugar dan kuat menjalankan ibadah puasa. Lakukan rutinitas olahraga beberapa menit menjelang waktu berbuka. Cukup lakukan olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang. Jangan berolahraga setelah makan sahur agar Anda tidak berpotensi membatalkan ibadah puasa.
Selamat berpuasa.
Minggu, 21 September 2014
Manajemen Luka
Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik, atau gigitan hewan. Ketika luka timbul, beberapa efek akan muncul :
1. Hilangnya seluruh atau sebagian fungsi organ
2. Respon stres simpatis
3. Perdarahan dan pembekuan darah
4. Kontaminasi bakteri
5. Kematian sel
Proses yang kemudian terjadi pada jaringan yang rusak ini ialah penyembuhan luka yang dapat dibagi dalam tiga fase yaitu fase inflamasi, proliferasi, dan penyudahan yang merupakan perupaan kembali (remodeling) jaringan.
JENIS LUKA
Luka sering digambarkan berdasarkan bagaimana cara mendapatkan luka itu dan menunjukkan derajat luka.
1. Berdasarkan tingkat kontaminasi
a) Clean Wounds (Luka bersih), yaitu luka bedah takterinfeksi yang mana tidak terjadi proses peradangan (inflamasi) dan infeksi pada sistem pernafasan, pencernaan, genital dan urinari tidak terjadi. Luka bersih biasanya menghasilkan luka yang tertutup; jika diperlukan dimasukkan drainase tertutup. Kemungkinan terjadinya infeksi luka sekitar 1% – 5%.
b) Clean-contamined Wounds (Luka bersih terkontaminasi), merupakan luka pembedahan dimana saluran respirasi, pencernaan, genital atau perkemihan dalam kondisi terkontrol, kontaminasi tidak selalu terjadi, kemungkinan timbulnya infeksi luka adalah 3% – 11%.
c) Contamined Wounds (Luka terkontaminasi), termasuk luka terbuka, fresh, luka akibat kecelakaan dan operasi dengan kerusakan besar dengan teknik aseptik atau kontaminasi dari saluran cerna; pada kategori ini juga termasuk insisi akut, inflamasi nonpurulen. Kemungkinan infeksi luka 10% – 17%.
d) Dirty or Infected Wounds (Luka kotor atau infeksi), yaitu terdapatnya mikroorganisme pada luka.
2. Berdasarkan kedalaman dan luasnya luka
a) Stadium I : Luka Superfisial (“Non-Blanching Erithema) : yaitu luka yang terjadi pada lapisan epidermis kulit.
b) Stadium II : Luka “Partial Thickness” : yaitu hilangnya lapisan kulit pada lapisan epidermis dan bagian atas dari dermis. Merupakan luka superficial dan adanya tanda klinis seperti abrasi, blister atau lubang yang dangkal.
c) Stadium III : Luka “Full Thickness” : yaitu hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan atau nekrosis jaringan subkutan yang dapat meluas sampai bawah tetapi tidak melewati jaringan yang mendasarinya. Lukanya sampai pada lapisan epidermis, dermis dan fasia tetapi tidak mengenai otot. Luka timbul secara klinis sebagai suatu lubang yang dalam dengan atau tanpa merusak jaringan sekitarnya.
d) Stadium IV : Luka “Full Thickness” yang telah mencapai lapisan otot, tendon dan tulang dengan adanya destruksi/kerusakan yang luas.

Gambar 1. Tingkat
Kedalaman Luka
3. Berdasarkan waktu penyembuhan luka1. Luka akut: yaitu luka dengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan yang telah disepakati.

Gambar 2. Luka Akut
2. Luka kronis yaitu luka yang
mengalami kegagalan dalam proses penyembuhan, dapat karena faktor eksogen dan
endogen.
Gambar 3. Luka Kronis
MEKANISME TERJADINYA LUKAa) Luka insisi (Incised Wound), terjadi karena teriris oleh instrument yang tajam. Missal yang terjadi akibat pembedahan.
b) Luka memar (Contusion Wound), terjadi akibat benturan oleh suatu tekanan dan dikarakteristikkan oleh cedera pada jaringan lunak, perdarahan dan bengkak.
c) Luka lecet (Abraded Wound), terjadi akibat kulit bergesekan dengan benda lain yang biasanya dengan benda yang tidak tajam.
d) Luka tusuk (Punctured Wound), terjadi akibat adanya benda, seperti pisau yang masuk ke dalam kulit dengan diameter yang kecil.
e) Luka gores (Lacerated Wound), terjadi akibat benda yang tajam seperti oleh kaca atau oleh kawat.
f) Luka tembus (Penetrating Wound), yaitu luka yang menembus organ tubuh biasanya pada bagian awal luka masuk diameternya kecil tetapi pada bagian ujung biasanya lukanya akan melebar.
g) Luka bakar (Combustio), yaitu luka akibat terkena suhu panas seperti api, matahari, listrik, maupun bahan kimia.
FASE PENYEMBUHAN LUKA
Tubuh yang sehat mempunyai kemampuan alami untuk melindungi dan memulihkan dirinya. Peningkatan aliran darah ke daerah yang rusak, membersihkan sel dan benda asing dan perkembangan awal seluler bagian dari proses penyembuhan. Proses penyembuhan terjadi secara normal tanpa bantuan, walaupun beberapa bahan perawatan dapat membantu untuk mendukung proses penyembuhan. Sebagai contoh, melindungi area yang luka bebas dari kotoran dengan menjaga kebersihan membantu untuk meningkatkan penyembuhan jaringan.
Fase Inflamasi
Fase inflamasi berlangsung sejak terjadinya luka sampai kira – kira hari kelima.. pembuluh darah yang terputus pada luka akan menyebabkan perdarahan dan tubuh akan berusaha menghentikannya dengan vasokonstriksi, pengerutan ujung pembuluh yang putus (retraksi), dan reaksi hemostasis. Hemostasis terjadi karena trombosit yang keluar dari pembuluh darah saling melengket, dan bersama dengan jala fibrin yang terbentuk membekukan darah yang keluar dari pembuluh darah. Sementara itu terjadi reaksi inflamasi.
Sel mast dalam jaringan ikat menghasilkan serotonin dan histamine yang meningkatkan permeabilitas kapiler sehingga terjadi eksudasi cairan, penyebukan sel radang, disertai vasodilatasi setempat yang menyebabkan udem dan pembengkakan. Tanda dan gejala klinik reaksi radang menjadi jelas berupa warna kemerahan karena kapiler melebar (rubor), suhu hangat (kalor), rasa nyeri (dolor), dan pembengkakan (tumor).
Aktifitas seluler yang terjadi adalah pergerakan leukosit menembus dinding pembuluh darah (diapedesis) menuju luka karena daya kemotaksis. Leukosit mengeluarkan enzim hidrolitik yang membantu mencerna bakteri dan kotoran luka. Limfosit dan monosit yang kemudian muncul ikut menghancurkan dan memakan kotoran luka dan bakteri (fagositosis). Fase ini disebut juga fase lamban karena reaksi pembentukan kolagen baru sedikit dan luka hanya dipertautkan oleh fibrin yang amat lemah.

Gambar 4. Fase
Inflamasi
Fase ProliferasiFase proliferasi disebut juga fase fibroplasia karena yang menonjol adalah proses proliferasi fibroblast. Fase ini berlangsung dari akhir fase inflamasi sampai kira – kira akhir minggu ketiga. Fibroblast berasal dari sel mesenkim yang belum berdiferensiasi, menghasilkan mukopolisakarida, asama aminoglisin, dan prolin yang merupakan bahan dasar kolagen serat yang akan mempertautkan tepi luka.
Pada fase ini serat dibentuk dan dihancurkan kembali untuk penyesuaian diri dengan tegangan pada luka yang cenderung mengerut. Sifat ini, bersama dengan sifat kontraktil miofibroblast, menyebabkan tarikan pada tepi luka. Pada akhir fase ini kekuatan regangan luka mencapai 25% jaringan normal. Nantinya, dalam proses penyudahan kekuatan serat kolagen bertambah karena ikatan intramolekul dan antar molekul.
Pada fase fibroplasia ini, luka dipenuhi sel radang, fibroblast, dan kolagen, membentuk jaringan berwarna kemerahan dengan permukaan yang berbenjol halus yang disebut jaringan granulasi. Epitel tepi luka yang terdiri dari sel basal terlepas dari dasarnya dan berpindah mengisi permukaan luka. Tempatnya kemudian diisi oleh sel baru yang terbentuk dari proses mitosis. Proses migrasi hanya bisa terjadi ke arah yang lebih rendah atau datar, sebab epitel tak dapat bermigrasi ke arah yang lebih tinggi. Proses ini baru berhenti setelah epitel saling menyentuh dan menutup seluruh permukaan luka. Dengan tertutupnya permukaan luka, proses fibroplasia dengan pembentukan jaringan granulasi juga akan berhenti dan mulailah proses pematangan dalam fase penyudahan.

Gambar 5. Fase
Proliferasi
Fase Penyudahan (Remodelling)Pada fase ini terjadi proses pematangan yang terdiri dari penyerapan kembali jaringan yang berlebih, pengerutan sesuai dengan gaya gravitasi, dan akhirnya perupaan kembali jaringan yang baru terbentuk. Fase ini dapat berlangsung berbulan – bulan dan dinyatakan berkahir kalau semua tanda radang sudah lenyap. Tubuh berusaha menormalkan kembali semua yang menjadi abnormal karena proses penyembuhan. Udem dan sel radang diserap, sel muda menjadi matang, kapiler baru menutup dan diserap kembali, kolagen yang berlebih diserap dan sisanya mengerut sesuai dengan regangan yang ada. Selama proses ini dihasilkan jaringan parut yang pucat, tipis, dan lemas serta mudah digerakkan dari dasar. Terlihat pengerutan maksimal pada luka. Pada akhir fase ini, perupaan luka kulit mampu menahan regangan kira – kira 80% kemampuan kulit normal. Hal ini tercapai kira – kira 3-6 bulan setelah penyembuhan.

Gambar 6. Fase
Remodelling
KLASIFIKASI PENYEMBUHANPenyembuhan luka kulit tanpa pertolongan dari luar, seperti yang telah diterangkan tadi, berjalan secara alami. Luka akan terisi jaringan granulasi dan kemudian ditutup jaringan epitel. Penyembuhan ini disebut penyembuhan sekunder atau sanatio per secundam intentionem (Latin: sanatio = penyembuhan, per = melalui, secundus = kedua, intendere = cara menuju kepada). Cara ini biasanya makan waktu cukup lama dan meninggalkan parut yang kurang baik, terutama kalau lukanya menganga lebar.
Jenis penyembuhan yang lain adalah penyembuhan primer atau sanatio per primam intentionem, yang terjadi bila luka segera diusahakan bertaut, biasanya dengan bantuan jahitan. Parutan yang terjadi biasanya lebih halus dan kecil.
Namun, penjahitan luka tidak dapat langsung dilakukan pada luka yang terkontaminasi berat dan /atau tidak berbatas tegas. Luka yang compang-camping atau luka tembak, misalnya, sering meninggalkan jaringan yang tidak dapat hidup yang pada pemeriksaan pertama sukar dikenal. Keadaan ini diperkirakan akan menyebabkan infeksi bila luka langsung dijahit. Luka yang demikian akan dibersihkan dan dieksisi (debridement) dahulu dan kemudian dibiarkan selama 4-7 hari. Baru selanjutnya dijahit dan dibiarkan sembuh secara primer. Cara ini umumnya disebut penyembuhan primer tertunda.
Jika, setelah dilakukan debridement, luka langsung dijahit, dapat diharapkan penyembuhan primer.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA
1. Usia
Anak dan dewasa penyembuhannya lebih cepat daripada orang tua. Orang tua lebih sering terkena penyakit kronis, penurunan fungsi hati dapat mengganggu sintesis dari faktor pembekuan darah.
2. Nutrisi
Penyembuhan menempatkan penambahan pemakaian pada tubuh. Klien memerlukan diit kaya protein, karbohidrat, lemak, vitamin C dan A, dan mineral seperti Fe, Zn. Pasien kurang nutrisi memerlukan waktu untuk memperbaiki status nutrisi mereka setelah pembedahan jika mungkin. Klien yang gemuk meningkatkan resiko infeksi luka dan penyembuhan lama karena supply darah jaringan adipose tidak adekuat.
3. Infeksi
Infeksi luka menghambat penyembuhan. Bakteri sumber penyebab infeksi.
4. Sirkulasi (hipovolemia) dan Oksigenasi
Sejumlah kondisi fisik dapat mempengaruhi penyembuhan luka. Adanya sejumlah besar lemak subkutan dan jaringan lemak (yang memiliki sedikit pembuluh darah). Pada orang-orang yang gemuk penyembuhan luka lambat karena jaringan lemak lebih sulit menyatu, lebih mudah infeksi, dan lama untuk sembuh. Aliran darah dapat terganggu pada orang dewasa dan pada orang yang menderita gangguan pembuluh darah perifer, hipertensi atau diabetes millitus. Oksigenasi jaringan menurun pada orang yang menderita anemia atau gangguan pernapasan kronik pada perokok.
Kurangnya volume darah akan mengakibatkan vasokonstriksi dan menurunnya ketersediaan oksigen dan nutrisi untuk penyembuhan luka.
5. Hematoma
Hematoma merupakan bekuan darah. Seringkali darah pada luka secara bertahap diabsorbsi oleh tubuh masuk kedalam sirkulasi. Tetapi jika terdapat bekuan yang besar, hal tersebut memerlukan waktu untuk dapat diabsorbsi tubuh, sehingga menghambat proses penyembuhan luka.
6. Benda asing
Benda asing seperti pasir atau mikroorganisme akan menyebabkan terbentuknya suatu abses sebelum benda tersebut diangkat. Abses ini timbul dari serum, fibrin, jaringan sel mati dan lekosit (sel darah merah), yang membentuk suatu cairan yang kental yang disebut dengan nanah (pus).
7. Iskemia
Iskemia merupakan suatu keadaan dimana terdapat penurunan suplai darah pada bagian tubuh akibat dari obstruksi dari aliran darah. Hal ini dapat terjadi akibat dari balutan pada luka terlalu ketat. Dapat juga terjadi akibat faktor internal yaitu adanya obstruksi pada pembuluh darah itu sendiri.
8. Diabetes
Hambatan terhadap sekresi insulin akan mengakibatkan peningkatan gula darah, nutrisi tidak dapat masuk ke dalam sel. Akibat hal tersebut juga akan terjadi penurunan protein-kalori tubuh.
9. Keadaan Luka
Keadaan khusus dari luka mempengaruhi kecepatan dan efektifitas penyembuhan luka. Beberapa luka dapat gagal untuk menyatu.
10. Obat
Obat anti inflamasi (seperti steroid dan aspirin), heparin dan anti neoplasmik mempengaruhi penyembuhan luka. Penggunaan antibiotik yang lama dapat membuat seseorang rentan terhadap infeksi luka.
a. Steroid : akan menurunkan mekanisme peradangan normal tubuh terhadap cedera.
b. Antikoagulan : mengakibatkan perdarahan
c. Antibiotik : efektif diberikan segera sebelum pembedahan untuk bakteri penyebab kontaminasi yang spesifik. Jika diberikan setelah luka pembedahan tertutup, tidak akan efektif akibat koagulasi intravaskular.
Nurse as a Healer
What do a nurse holistic
doing? Where do they work? Are they require specialized education and training
to become a nurse holistic ?.,id
Nursing holistic can be practiced in
a setting apapun.Distribusi of the American Holistic Nurses Association ( Ahna)
showed that 39 % of the holistic nurses working in hospitals , 23% in
Institutions practice privately, 15% in academia / education / research, 11% of
hospital / paliative care, and 9% are students. ( Ahna, 2007)
Ahna defines nursing
holistically as "Nursing that focuses on healing the whole human body as
its goal "( Ahna 2007). As a student, you can begin to incorporate the
practice of holistic that will enrich your personal life, education and
experience you, as well as clinical practice anda.Keperawatan Holistic is a way
of life , and a way to practice that will transform life and your work.
Nursing holistic focus on promoting
health , help healing, and prevent
or reduce suffering (Mariano, 2005)
or reduce suffering (Mariano, 2005)
The healing process is the
integration of the whole body, mind , emotions, and spirit. values that must
be understood within the concept of holism, among others:
1) the presence of linkage , mind,
spirit and body
2) K ebaikan inherent in humans
3) The ability to find meaning and
purpose in life and our experiences
4) The existence of support for each
client so that the client feels comfortable, quiet, peaceful and harmonious
5) So that the body has an
initiation to heal itself.
With a holistic approach, not just
cure the symptoms but an individual is seen as the figure is unique, because
it's two people with the same disease can be treated in a way that is very
different. other than that There is also a belief that a holistic nursing that
practitioners are educators , consultants, facilitators and partners, and
collaboration is the key word, so that the nurse is a learner / student and
client is the teacher.
Nursing holistically integrate
Complementary Alternative Medicine (CAM ), such as relaxation , guided
imagery, breathing exercises , biofeedback, Reiki, etc., with intervention.
nursing traditional. This refers to the theory of nursing as well as various
skills, attention and intuition as a nurse and the client become therapeutic
partners towards healing , balance, and wholeness. Nurses Holistic
assessment of holistic , choosing the most appropriate interventions, and
assist clients in exploring consciousness, spirituality , and transformation in
the personal healing. they work to alleviate the signs and symptoms of clients,
provide counseling and education health , and guide the
client in making a choice between using conventional medication or alternative therapies.
client in making a choice between using conventional medication or alternative therapies.
Terjemahan dari artikel tentang Nurse as a Healer
Apa yang dilakukan seorang perawat holistik? Di
mana mereka bisa bekerja? Apakah mereka memerlukan pendidikan dan
pelatihan khusus untuk menjadi seorang perawat holistik? Keperawatan holistik
dapat dipraktekkan dalam setting apapun. Distribusi dari American Holistic Nursing Association (AHNA) menunjukkan
bahwa 39% dari perawat holistik bekerja di rumah sakit, 23% di Institusi
praktek swasta, 15 % di dunia akademis atau pendidikan dan penelitian, 11% rumah sakit paliative care, dan 9%
adalah mahasiswa. (AHNA,
2007)
AHNA mendefinisikan keperawatan
holistik sebagai "Keperawatan yang berfokus pada kesembuhan pada
keseluruhan tubuh manusia sebagai tujuannya "(AHNA 2007). Sebagai
mahasiswa, Anda dapat mulai menggabungkan praktek holistik yang akan memperkaya
kehidupan pribadi Anda, pendidikan dan pengalaman Anda, serta praktek klinik
anda. Keperawatan holistik adalah sebuah cara hidup, dan cara berlatih yang akan
mengubah hidup dan pekerjaan Anda.
Keperawatan holistik berfokus pada
promosi kesehatan, membantu penyembuhan, dan mencegah atau mengurangi penderitaan (Mariano, 2005)
Proses penyembuhan adalah integrasi
keseluruhan tubuh, pikiran, emosi, dan jiwa.
Nilai yang
harus dipahami dalam konsep holisme antara lain:
1) Adanya keterkaitan,
pikiran, roh dan tubuh
2) Kebaikan yang melekat pada manusia
3) Kemampuan untuk menemukan arti dan tujuan dalam hidup dan pengalaman kita
4) Adanya Dukungan untuk setiap
klien sehingga klien merasa nyaman, tenang, damai dan harmonis
5) Sehingga tubuh memiliki inisiasi untuk menyembuhkan dirinya sendiri.
Dengan pendekatan holistik, bukan
sekedar menyembuhkan berbagai gejala akan tetapi seorang individu dipandang
sebagai sosok yang unik, karena itu dua orang dengan
penyakit yang sama dapat diobati dengan cara yang sangat berbeda. selain itu
Ada juga sebuah keyakinan dalam keperawatan holistik bahwa seorang perawat adalah praktisi edukator, konsultan, fasilitator dan mitra, dan kolaborasi adalah kata
kuncinya, sehingga perawat adalah seorang pembelajar/ siswa dan klien adalah
gurunya.
Keperawatan holistik
mengintegrasikan complementary Alternative Medicine (CAM),
seperti relaksasi, Guided Imagery, Latihan Nafas, biofeedback,
Reiki, dan lain-lain dengan
intervensi keperawatan
tradisional. Hal ini mengacu pada teori keperawatan serta berbagai keahlian,
perhatian dan intuisi sebagai perawat dan klien menjadi mitra therapeutik
menuju penyembuhan, keseimbangan, dan keutuhan. Perawat Holistik
melakukan penilaian holistik, memilih intervensi yang paling sesuai, dan
membantu klien dalam mengeksplorasi kesadaran diri, spirituality, dan
transformasi pribadi dalam penyembuhan. Mereka bekerja untuk meringankan tanda
dan gejala klien , memberikan konseling dan pendidikan kesehatan, dan
memandu klien dalam
membuat pilihan antara menggunakan obat konvensional atau alternative
terapi.
Cara menghilangkan kantung mata secara alami
Mengompres dengan es batu. Es batu akan membuat mata anda lebih rileks dan meningkatkan sirkulasi
darah ke mata anda, sehingga mata anda akan lebih segar dan secara ruitn
akan menghilangkan kantung mata anda. selain itu, es batu juga
berfungsi membuat mata anda tidak lelah. Bagi anda yang seharian bekerja
di depan monitor, malam hari mengompres mata anda dengan es batu adalah
cara efektif mengobati mata lelah anda.
Mentimun. Buah satu ini juga sudah tidak diragukan lagi. Cara menghilangkan kantung mata secara alami cukup mudah. Anda cukup mengiris tipis mentimun dan merendamnya ke dalam air es, kemudian letakkan di mata anda. timun berfungsi melancarkan aliran darah sehingga mampu merileksasikan mata anda yang lelah.
Bengkoang. Mungkin buah yang satu ini kurang dikenal untuk penghilang kantung mata.
dengan bengkoang sangat mudah. Parut bengkoang, kemudian jadikan masker
di wajah anda. selain menghilangkan kantung mata, cara ini juga efektif
sebagai cara mencerahkan wajah secara alami dan cepat. Efisien bukan?
Kandungan vitamin A dan C nya baik bagi kulit dan membantu melancarkan
peredaran darah di sekitar mata.
Kentang. Sayuran yang satu ini, selain efektif sebagai Cara menghilangkan kantung mata secara alami juga sebagai cara merawat kulit wajah secara alami. Kentang berfungsi sebagai inflamasi. Hal ini efektif untuk mata anda yang kemerahan karena lelah, namun kurang efektif bila untuk menghilangkan mata panda anda. caranya cukup mudah. Parut kentang, kemudian ambil sari air kentangnya, masukkan ke dalam kain, dan gunakan untuk kompres kedua mata anda. masker kentang juga dapat berfungsi sebagai cara mencerahkan wajah secara alami dan cepat.
Selain ketiga sayuran di atas, istirahat yang cukup juga akan membantu mengurangi mata panda anda. Cara menghilangkan kantung mata secara alami seperti di atas dapat teratasi bila anda melakukannya dengan rutin.
Mentimun. Buah satu ini juga sudah tidak diragukan lagi. Cara menghilangkan kantung mata secara alami cukup mudah. Anda cukup mengiris tipis mentimun dan merendamnya ke dalam air es, kemudian letakkan di mata anda. timun berfungsi melancarkan aliran darah sehingga mampu merileksasikan mata anda yang lelah.
Kentang. Sayuran yang satu ini, selain efektif sebagai Cara menghilangkan kantung mata secara alami juga sebagai cara merawat kulit wajah secara alami. Kentang berfungsi sebagai inflamasi. Hal ini efektif untuk mata anda yang kemerahan karena lelah, namun kurang efektif bila untuk menghilangkan mata panda anda. caranya cukup mudah. Parut kentang, kemudian ambil sari air kentangnya, masukkan ke dalam kain, dan gunakan untuk kompres kedua mata anda. masker kentang juga dapat berfungsi sebagai cara mencerahkan wajah secara alami dan cepat.
Selain ketiga sayuran di atas, istirahat yang cukup juga akan membantu mengurangi mata panda anda. Cara menghilangkan kantung mata secara alami seperti di atas dapat teratasi bila anda melakukannya dengan rutin.
Tips mengeluarkan air yang tidak sengaja masuk kedalam telinga
Ketika sedang mandi atau berenang, air bisa masuk ke dalam telinga tanpa
sengaja. Meski kemasukan air bukan kondisi yang serius, namun rasanya
bisa sangat tak nyaman. Tak jarang juga telinga terasa sakit atau
pendengaran menjadi berkurang karena kemasukan air.
Ketika kemasukan air, telinga juga bisa terasa gatal akibat air yang terjebak dalam kanal telinga. Untuk meredakan sensasi ini, Anda harus berusaha untuk mengeluarkan air dari telinga atau mengeringkan air di dalam telinga. Berikut adalah beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengeluarkan air dari dalam telinga, seperti dilansir oleh Health Me Up (10/06).
Cara #1
Cara pertama yang bisa digunakan untuk mengeluarkan air dari telinga adalah dengan memiringkan kepala hingga sejajar dengan lantai. Selanjutnya, letakkan telapak tangan ke bagian telinga yang kemasukan air. Tekankan telapak tangan dengan lembut ke lubang telinga yang kemasukan air, kemudian lepas dengan cepat. Ini akan membuat tangan berubah menjadi vakum sementara yang membantu mengisap air keluar. Setelah air keluar sedikit demi sedikit, Anda bisa menggunakan korek kuping untuk membersihkan telinga.
Cara #2
Tutup mulut dan pegang hidung dengan tangan. Kemudian ambil napas panjang dan keluarkan udara melalui lubang hidung. Ini akan mengatur tekanan udara dan membuat saluran eustachian, sehingga mengurangi rasa tak nyaman pada telinga yang kemasukan air.
Cara #3
Anda juga bisa menggunakan pengering rambut (blow dryer) untuk mengeringkan air dalam telinga. Pegang pengering rambut sekitar 25 cm di depan telinga, atur panas paling rendah dan kecepatan angin yang rendah. Setelah itu nyalakan dan biarkan anginnya masuk ke telinga, biarkan selama beberapa detik. Ulangi sesuai kebutuhan.
Cara #4
Sediakan seperempat cangkir garam dan panaskan dalam microwave. Setelahnya, letakkan dalam kain katun dan ikat dengan kencang. Letakkan kain tersebut di dekat lubang telinga dan biarkan selama beberapa menit agar garam menyerap air di dalam telinga.
Cara #5
Hancurkan beberapa siung bawang putih dan ambil saripati di dalamnya. Ambil sekitar dua sampai tiga tetes sari bawang putih, kemudian masukkan dalam telinga yang kemasukan air. Tunggu selama beberapa menit, kemudian keringkan telinga menggunakan pengering rambut seperti cara nomor tiga. Ini akan mengeringkan air dalam telinga sekaligus menghilangkan rasa sakit akibat kemasukan air.
Itulah beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi masalah ketika telinga kemasukan air. Jika cara di atas tidak berhasil dan telinga masih terasa tak nyaman atau sakit, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
Ketika kemasukan air, telinga juga bisa terasa gatal akibat air yang terjebak dalam kanal telinga. Untuk meredakan sensasi ini, Anda harus berusaha untuk mengeluarkan air dari telinga atau mengeringkan air di dalam telinga. Berikut adalah beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengeluarkan air dari dalam telinga, seperti dilansir oleh Health Me Up (10/06).
Cara #1
Cara pertama yang bisa digunakan untuk mengeluarkan air dari telinga adalah dengan memiringkan kepala hingga sejajar dengan lantai. Selanjutnya, letakkan telapak tangan ke bagian telinga yang kemasukan air. Tekankan telapak tangan dengan lembut ke lubang telinga yang kemasukan air, kemudian lepas dengan cepat. Ini akan membuat tangan berubah menjadi vakum sementara yang membantu mengisap air keluar. Setelah air keluar sedikit demi sedikit, Anda bisa menggunakan korek kuping untuk membersihkan telinga.
Cara #2
Tutup mulut dan pegang hidung dengan tangan. Kemudian ambil napas panjang dan keluarkan udara melalui lubang hidung. Ini akan mengatur tekanan udara dan membuat saluran eustachian, sehingga mengurangi rasa tak nyaman pada telinga yang kemasukan air.
Cara #3
Anda juga bisa menggunakan pengering rambut (blow dryer) untuk mengeringkan air dalam telinga. Pegang pengering rambut sekitar 25 cm di depan telinga, atur panas paling rendah dan kecepatan angin yang rendah. Setelah itu nyalakan dan biarkan anginnya masuk ke telinga, biarkan selama beberapa detik. Ulangi sesuai kebutuhan.
Cara #4
Sediakan seperempat cangkir garam dan panaskan dalam microwave. Setelahnya, letakkan dalam kain katun dan ikat dengan kencang. Letakkan kain tersebut di dekat lubang telinga dan biarkan selama beberapa menit agar garam menyerap air di dalam telinga.
Cara #5
Hancurkan beberapa siung bawang putih dan ambil saripati di dalamnya. Ambil sekitar dua sampai tiga tetes sari bawang putih, kemudian masukkan dalam telinga yang kemasukan air. Tunggu selama beberapa menit, kemudian keringkan telinga menggunakan pengering rambut seperti cara nomor tiga. Ini akan mengeringkan air dalam telinga sekaligus menghilangkan rasa sakit akibat kemasukan air.
Itulah beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi masalah ketika telinga kemasukan air. Jika cara di atas tidak berhasil dan telinga masih terasa tak nyaman atau sakit, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
